Seperti yang kita ketahui bahwa dari tanggal 29 April hingga 15 Januari 2020. Wikipedia, ensiklopedia daring terbesar di dunia di larang di Turki. Hal ini terjadi karena sebuah artikel tentang terorisme yang disponsori negara, dimana Turki dideskripsikan sebagai negara sponsor untuk ISIS dan Al-Qaedah, yang pengadilan turki pandang sebagai manupulasi publik dari media massa. Hal terjadi tidak hanya di Turki tetapi di negara lainnya, seperti Iran dan tiongkok yang melarang Facebook, di Rusia melarang telegram dan filiphina yang sempat melarang uber dan banyak negara lainnya juga yang mencoba membatasi berbagai sumber informasi dengan tujuan tertentu.
Kali ini, kita tidak akan membahas benar atau salahnya larangan itu, tapi apa yang yang dilakukan oleh waga negara tersebut.
Contohnya turki, saat Wikipedia di larang, warga nya menemukan cara untuk mengakalinya, mereka menggunakan web site yang merupakan tiruan dari Wikipedia dengan nama yang berbeda. Di Iran dan Cina orang menggunakan jaringan privat palsu atau VPN hanya untuk menyambunng ke internet dan menggunakan facebook.
Pada intinnya, apapun yang dicoba oleh pemerintah di berbagai negara di belahan dunia, sungguh menakjubkan bagaimana cara rakyat nya untuk mengakali hal tersebut. Ada satu hal yang harus dipahami oleh pemerintah, bahwa informasi online atau pun offline harus bisa selalu di akses oleh warga nya, dan siapa pun yang mencoba membatasinya, maka dapat dipastikan mereka akan mendapatkan ke gagalan.